Minggu, 25 Maret 2012

7 surga

kumandang cinta bergema hingga ke hati

lafaz-lafaz asmara memanggil jiwa yang rapuh

rapuhnya aku Kau Maha Tahu

pagi siang malam dunia yang ku tuju

saat ku jatuh baru ku sadar kaulah segalanya

Tuhan ku angkat kedua tanganku

sudikah Engkau menerima cintaku

berdarah-darah akan ku tempuh

menggapai tarikat cinta-Mu

7 surgapun aku tak pantas

menerima diri yang bersimbah dosa

ku harap cinta dan ampunan-Mu

setinggi araz-Mu seluas semesta cinta

rapuhnya aku Kau Maha Tahu

pagi siang malam dunia yang ku tuju

saat ku jatuh baru ku sadar kaulah segalanya

Tuhan ku angkat kedua tanganku

sudikah Engkau menerima cintaku

berdarah-darah akan ku tempuh

menggapai tarikat cinta-Mu

7 surgapun aku tak pantas

menerima diri yang bersimbah dosa

ku harap cinta dan ampunan-Mu

setinggi araz-Mu seluas semesta cinta

Tuhan ku angkat kedua tanganku

sudikah Engkau menerima cintaku

berdarah-darah akan ku tempuh

menggapai tarikat cinta-Mu

7 surgapun aku tak pantas

menerima diri yang bersimbah dosa

ku harap cinta dan ampunan-Mu

setinggi araz-Mu seluas semesta cinta


Koleksi Edcoustic yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Edcoustic – 7 Surga (feat. Fika)
Gambar Artis Indonesia

Jumat, 09 Maret 2012

pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap penguasaan mapel fisika pada siswa smp X wonosobo

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan faktor penting dalam pembentukan karakter manusia. Menurut mustakim, pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif (mustakim: 2008) . Rendahnya mutu pendidikan berdampak pada kualitas generasi penerus bangsa yang lemah secara moral, mudah ‘terjajah’ dalam hal yang tidak essensial baik berupa materi ataupun non material.
Sekolah sebagai sarana untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu diharapkan dapat meningkatkan kualitas anak didik menjadi lebih baik, berkualaitas dan terarah. Hal ini sesuai dengan undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang bertujuan: “untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berimn dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” .
Hal-hal yang meunjang keberhasilan dunia pendidikan benar-benar harus diperhatikan, baik dari diri pendidik disekolah, orang tua sebagai pendidik utama di rumah, ataupun fasilitas-fasilitas sekolah. Tentunya peran serta pemerintah sangat diharapkan dalam hal peningkatan kualitas pendidikan nasional. Peran penting guru adalah pendidik yang membelajarkan peserta didik, maka pendidik harus melakukan pengorganisasaian dalam belajra, menyajikan bahan belajar denga pendekatan pembelajara tertentu dan melakukan evaluasi hasil belajar. Sosok pendidik yang profesional akan selalu mendorong anak didik agar berhasil dalam belajar.
Maka dari itu perlu dipahami bahwa pendidik merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Mereka membagi ilmunya dengan ikhlas kepada kita semua. Profesi pendidik adalah pekerjaan mulia, meski kebayakan orang memandang remeh profesi ini.
Metode pembelajaran yang diterapkan pendidik dalam proses pembelajaran siswa sebaiknya efektif untuk siswa mampu menguasai mata pelajran yang diajarkan pendidik. Perkembagan konsep dan model pembelajaran yang dipraktekan di lapangan hingga dewasa ini menjadi gamabaran dinamika perkembangan metodologi ilmu pendidkan. Dinamika perkembangan metodologi ilmu pendidikan tentunya secaran langsung dan tak langsung mempengaruhi perkembangan metodologi ilmu yang digunakan dalam meningkatkan penguasaaan mata pelajaran fisika.
Penguasaaan siswa terhadap mata pelajaran fisika erat hubungannya dalam menunjang siswa memcahakan setiap masalah. Setiap masalah harus selalu dicari jalan keluarnya, agar alar mausia selalu terasah dan tidak menjadi orang yang selalu melarikan diri. Allah SWT menciptakan akal pikiran dan hati ntuk manusia untuk memberi makna yang baik bagi hidupnya di dunia. Allah SWT memberi manusia anugerah berupa masalah sesuai kadar manusia mengatasi masaah yang sedang terjadi dalam hidupnya. Sebagaimana dalam firman Allah SWT didalam Al-Qur’an surat Al-Insyirah : 5-6

فٳ ن مع العسر يسرا(۵) ان مع العسريسرا(٦)
Artinya : “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” ( QS. Al-Insyirah: 5-6 ) .
Pentingnya memilih model pembelajaran yang efektif agar setiap anak didik dapat lebih mudah menguasai mata pelajaran fisika yang diajarkan. Pengidentifikasian model pembelajaran yang diterapakan pada sekolah-sekolah kebanyakan disekitar kita lebih menampakkan pendidik sebagai pemberi materi dan anak didik seumpama wadah yang bertugas hanya menampung materi.
Model pembelajaran ceramah tradisional ini dirasa kurang efektif, karena dapat menghambat proses eksplorasi peserta didik terhadap dirinya sendiri. Pemberian waktu dan runag untuk mereka mengekplorasi dan mencari pemecahan dari setiap maslah, ternyata membuat mereka mampu membangun makana bagi dirinya sendiri. Jika makna itu ditemukan oleh diri sendiri maka makna itu akan melekat daam jiwa mereka hingga mereka dewasa. Pemberian waktu dan ruang untuk peserta didik, bukan berati pendidik lepas tanggung jawab, akan tetapi pendidik tetap berperan memberikan bimbingan dana pengarahan didalam kelas.
Pembelajaran mata pelajaran fisika lebih memfokuskan pada masalah gejala-gejala fisis dalam kehidupan nyata yang bermakana bagi peserta didik. Pembelajaran mata pelajaran fisika berdasarkan masalah yang terjadi dalam kehidupan nyata, diharapakan peserta didik akan lebih mampu memahami bagaimana konsep fisika menjelaskan realita yang terjadi. Peserta didik akan lebih paha dengan konsep dan materi yang diajarakan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut secara kreatif. Menyakini bahwa nalar peserta didik yang baik melalui proses berpikir yang tinggi akan menjadi bekal dalam mereka menjalani dan meningkatkan kualias hidupnya sebagai generasi penerus bangsa.

1.2 Batasan Masalah
Untuk memperjelas latar belakang masalah dan untuk menghindari kesalahpahaman bagi pembaca, maka peneliti akan memberikan batasan-batasan masalah sebagai berikut:




1. Pengaruh
Pengaruh artinya daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang .
2. Model pembelajaran berdasarkan masalah
Model pembelajaran berdasarkan masalah artinya cara yang ditempuh pendidik dalam menyampaikan bahan ajar kepada peserta didik yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu kontak bagi siswa untuk belajar secara kritis dan transparanmemcahakan maslah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang essensial dari materi pelajaran. .
3. Penguasaan
Penguasaan artinya pemahaman atau kesanggupan untuk menggunakan kepandaian, pengetahuan dsb .
4. Mata pelajaran fisika
Materi pelajaran fisika yang telah disusun secara sistematis dan logis untuk disampaikan kepada peserta didik sehingga memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan yang berguna baginya .
5. Siswa SMP X Wonosobo
Siswa SMP X Wonosobo adalah peserta didik pada tingkat sekolah pada suatu lembaga pendidikan
Dari batasan-batasan masalah diatas, maka dapat disimpulkan bahwa judul yang dimaksud peneliti yaitu bagaimana peserta didik dalam menguasai mata pelajaran fisika sesuai dengan model pembelajaran berdasarkan masalah yang diberikan pendidik.




1.3 Rumusan Masalah
Berkaitan dengan judul skripsi, dan sehubungan dengan latar belakang masalah dan pemikiran tersebut, peneliti dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah model pembelajaran berdasarkan masalah di SMP X Wonosobo?
2. Bagaimanakah penguasaan peserta didik SMP X Wonosobo terhadapa mata pelajaran fisika?
3. Sejauh manakah pengaruh metode pembelajaran berdasarkan masalah terhadap penguasaan peserta didik terhadap mata pelajaran fisika?

1.4 Tujuan Penelitian
Dengan adanya perumusan masalah dia atas maka yang menjadi tujuan penelitian skrpsi diatas adalah:
1. Untuk mengetahui pelaksanaan model pembelajaran berdasarkan masalah yang dilakukan di SMP X Wonosobo.
2. Untuk mengetahui bagaimana aktifitas peserta didik dan kegiatan mengajar pendidik dalam usaha meningkatkan penguasaan mata pelajaran fisika.
3. Untuk mengetahui pengaruh-pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap penguasaan mata pelajaran fisika pada peserta ddik SMP X Wonosobo.

1.5 Hipotesis
Untuk mengarahkan agar penelitian ini dapat mencapai sasaran dan sekaligus untuk menghindari adanaya suatu informasi yang kurang relevan, maka peneliti mengemukakan hipotesis.
Pengertian hipotesis adalah sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
Hipotesis positif merupakan dasar dari permasalahan diatas peneliti mengajukan hipotesis kerja sebagai berikut: “ada hubungan signifikan antara model pembelajaran berdasarkan masalah dengan penguasaan mata pelajran fisika pada siswa SMP X Wonosobo tahun ajaran 2011/ 2012”.

1.6 Metode Penelitian
1.6.1. Populasi dan Sampel
Populasi adalah “jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga”, sedangkan sample adalah sebagian atau wakil dari populasi yang terpilih”.
Adapun penelitian ini yang menjadi populasi adalah peserta didik SMP X Wonosobo. Sedangkan dalam menentukan sampel, peneliti mengambil 33.33 % dari seluruh populasi yang ada berjumlah 450 peserta didik.
1.6.2. Variabel Penelitian
a. Variabel model pembelajaran berdasarkan masalah:
1. Pembelajaran yang efektif
2. Pembelajaran yang sistematis
b. Variabel penguasaan mata pelajaran fisika dengan indikator:
1. Peserta didik menjadi lebih aktf selama proses pembelajaran
2. Peserta didik menjadi lebih terampil berpikir kritis dalam memecahkan masalah
1.6.3. Metode Pengumpulan Data
Didalam penyusunan skripsi, peneliti menggunakan beberapa metode antara lain:
a. Metode Angket
Merupakan suatu daftar pertanyaan atau pernyataan tentang topik tertentu yang diberikan kepada subyek, secara individual atau kelompok, untuk mendapatkan informasi tertentu. Metode ini digunakan untuk mengetahui penguasaan mata pelajaran fisika pada peserta didik di SMP X Wonosobo.
b. Metode Wawancara (Interview)
Pedoman wawancara yang banyak digunakan adalah bentuk “semi structured”. Dalam hal ini maka mula-mula interviewer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu persatu diperdalam dalam mengorek keterangan lebih lanjut. Dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa meliputi semua variabel, dengan keterangan yang lengkap dan mendalam . Metode ini digunakan untuk mendapatkan data profil siswa SMP X Wonosobo, untuk memperkuat data yang diperoleh dari angket.
c. Metode Pengamatan (observasi)
Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrument. Format yang disusun berisi item – item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi. Metode ini peneliti gunakan untuk mendapatkan data-data kegiatan belajar mengajar di SMP X Wonosobo.
d. Metode Dokumentasi
Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabr, majalah, prasasti, notulen, agenda dan sebagainya.
Adapaun dalam menggunakan metode ini, dipergunakan untuk mendapatkan atau mengambil keterangan-keterangan yang tertulis misalnya: arsip, surat-surat, catatan dan juga hasil belajar peserta didik SMP X Wonosobo.
1.6.4. Metode analisis Data
Data-data yang diperoleh dari field research dimana analisis secara bertahap. Hal ini dimaksudkan agar lebih memudahkan dalam menginterpretasikan untuk mencapai makna yang lebih tepat dari hasil tersebut.
Adapun tahapan analisis yang dimaksud adalah:
a. Analisis model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap penguasaan mata pelajaran fisika oleh peserta didik
b. Analisis penguasaan mata pelajaran fisika
Sedangkan analisis pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap penguasaan mata pelajaran fisika pada peserta didik dalam menguji hipotesis yang diajukan menggunakan statistik:


Keterangan:
Rxy = koefisien korelasi anatar X dan Y
XY = Product X dan Y
x = variabel nilai angket tentang model pembelajaran berdasarkan masalah
y = variabel penguasaan mata pelajaran fisika pada peserta didik
 = Sigma
N = banyaknya subjek

1.7 Sistematika Penulisan Skripsi
Dalam penulisan skripsi, peneliti mencantumkan sistematika penulisan yang menerangkan urutan-rutan pembahasan secara sistematis untuk mempermudah pemahaman dalam penulisan skripsi. Peneliti membaginya dalam tiga bagian yaitu bagian awal, bagian isi dan abagian akhir. Adapaun sistematikanya adalah seagai berikut:
Bagian awal berisi halaman judul, nota pembiMbing, pengesahan, motto, persembahan, kata pengantar, daftar isi.
Pada bagian isi peneliti menguraikan berbagai pokok pikiran yang berkaitan dengan judul skripsi. Adapun pembagiannya terdiri dari lima bab.
Bab I pendahuluan meliputi: latar belakang permasalahan, tujuan penelitian, batasan masalah, model penelitian dan sistematika penulisan skripsi.
Bab II menguraikan tentang landasan teori meliputi pengertian model pembelajaran berdasarkan masalah, pengertian penguasaan mata pelajaran fisika, dan indicator varible model pembelajaran terhadap penguasaan mata pelajaran fisika peserta didik.
Bab III mengurAikan tentang model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap penguasaan mata pelajaran fisika meliputi gambaran umum mengenai SMP X Wonosobo. Serta data khusus mengenai model pembelajaran berdasarkan masalah serta penguasaan mata pelajaran fisika peserta didik
Bab IV menguraikan tentang analisis pengaruh model pembelajaraan berdasarkan masalah terhadap penguasaan mata pelajaran fisika pada peserta didik di SMP X Wonosobo, yang meliputi lanjutan dan analisis uji hipotesis
Bab V adalah penutup yang menyajikan beberapa kesimpulan, saran-saran dan kata penutup
Bagian akhir untuk melengkapi tulisan ini, peneliti menyertakan daftar pustaka yang penulis gunakan sebagai referensi dalam penulisan skripsi ini, juga daftar riwayat pendidikan peneliti serta beberapa lampiran yang dipandang perlu khususnya secara akademis.

untuk orang yang akan menyejukkan hatiku...

Bismillahirrahmaanirrahiim,,,

Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
aq dibesarkan dari keluarga yg mencurahkan kasih sayangx untukq
Maka..Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..

Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
tak semulia Nabi Muhammad, tak setampan Nabi Yusuf, tak sekaya Nabi Sulaeman dan tak setabah Nabi Ayyub...
namun
ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi 'kita'..

aq dibentuk untuk menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Allah mengetahui bahwa kaupun mencintaiNYA
gandeng tanganku u/ mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta'ala..

Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
tatap mataku, tersenyumlah..
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..

Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka kauIah yang terindah,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..

Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..

Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..
Aamiin

Kamis, 06 Oktober 2011

sosiologi agama

Book Review

Pengenalan Awal Sosiologi Agama

Thomas F. O’Dea. Sosiologi Agama. PT Raja Grafindo Persada, Yogyakarta. 1995. ISBN 979-421-130-3

Menik Trisnawati. 1210067. Fisika III B


Dalam masyarakat yang sudah mapan, agama merupakan salah satu struktur institusional penting yang melengkapi seluruh sistem sosial. Perbandingan lembaga/ aktifitas keagamaan dengan lembaga/ aktifitas sosial lain menunjukan bahwa agama dalam pautannya berhubungan dengan masalah yang tidak diraba (the beyond) merupakan sesuatu yang tidak penting, sesuatu yang sepele dibandingkan bagi masalah pokok manusia. Namun kenyataannya lembaga keagamaan adalah menyangkut masalah aspek kehidupan manusia, mencakup aspek penting dan menonjol bagi manusia. Bahkan sejarah menunjukkan bahwa lembaga-lembaga keagamaan merupakan bentuk asosiasi manusia yang paling mungkin untuk terus bertahan. (hal 2)

Agama menunjukkan seperangkat aktifitas manusia dan sejumlah bentuk-bentuk sosial yang mempunyai arti penting. Thomas F. O’Dea dalam bukunya sosiologi agama menulis bahwa banyak hal penting dalam perkembangan penelitian sosiologi agama sangat dipengaruhi oleh sudut pandang sosiologis yang dikenal sebagi teori fungsional. Dalam masalah ini agama merupakan salah bentuk perilaku manusia yang sudah terlembaga. Maka timbul pertanyaan sejauh manakah lembaga keagaamaan seperti halnya lembaga sosial yang mempunyai fungsi manifes dan laten, dalam memelihara keseimbangan seluruh sistem sosial? (hal 4)

Teori fungsional melihat kebudayaan bagi manusia merupakan kreasi dunia penyesuaian dan kemaknaan, dalam konteks mana kehidupan manusia dapat dijalankan dengan penuh arti. Sedang dalam konteks teori fungsional kepribadian yaitu sejauh manakah agama mempertahankan keseimbangan pribadi melakukan fungsinya. Kebudayaan, sistem sosial dan kepribadian merupakan tiga aspek dari suatu kompleks(Hal 6)

Dari sudut pandang teori fungsional, agama menjadi penting sehubungan dengan unsur – unsur pengalaman manusia yang diperoleh dari ketidakpastian, ketidakberdayaan, dan kelangkaan yang memeang merupakan karakteristik fundamental kondisi manusia. Dalam hal ini fungsi agama ialah menyediakan dua hal. Yang pertama, suatu cakrawala pandang tentang dunia luar yang tak terjangkau oleh manusia (beyond), dalam arti dimana deprivasi dan frustasi dapat dialami sebagai sesuatu yang mempunyai makna. Yang kedua adalah sarana ritual yang memungkinkan hubungan manusia dengan hal di luar jangkauannya yang memberikan jaminan dan keselamatan bagi manusia untuk mempertahankan moralnya. (hal. 26)

Teori fungsional menyediakan suatu jalan masuk yang bermanfaat untuk memahami agama sebagai fenomena sosial yang universal. Agama memberi kebudayaan sebagai tepat berpijak yang berada diluar pembuktian empiris atau tidak terbukti, atas dasar mana yang tertinggi yang dipostulatkan. Makna yang tinggi ini memberikan tolakan dasar bagi tujuan dan aspirasi manusia yang karea itu membangkitkan sikap kagum yang memungkinkan kesesuaian yang sinambung dan efektif dengan nilai dan tujuan kebudayaan itu sndiri. Agama memberikan sumbangan pada sistem sosial dalam arti pada titik kritis pada saat manusia menghadapi ketidakpastian dan ketidakberdayaan, agama menawarkan jawaban terhadap masalah makna. Agama menyediakan sarana untuk menyesuaikan diri degan frustasi karena kecewa, apakah itu berasal dari kondisi manusia ataupun dari susunan kelembagaan masyarakat. Fungsi agama bagi kepribadian manusia ialah menyediakan dasar pokok yang menjamin usaha dan kehidupan yang menyeluruh, dan menawarkan jalan keluar bagi kebutuhan dan rasa haru serta penawar bagi emosi manusia. (hal 31)

Para ahli teori fungsional telah menekankan sumbangan yang diberikan agama demi kesinambungan masyarakat, khususnya yang tidak disengaja oleh pelaku manusia yang terlibat. Fungsi aten positif hanya menunjukkan salah satu pengaruh agama terhadap masyarakat. Sedang para ahli sejarah dan filosof sosial menunjukkan bahwa agama sering mempunyai efek negatif terhadap kesejahteraan masyarakat dan individu. Isu-isu keagamaan menjadi salah sat masalah penyebab perang, keyakinan agama hanya menyatukan beberapa orang tertentu dan memisahkan yang lainnya. Sebagaimana dinyatakan Jonathan Swift; “kita mempunyai cukup agama hanya untuk membuat kita membenci, namuntidak cukup untuk membuat saling mencintai”. (hal 139).

Dalam bukunya sosialogi agama, Thomas F. O’Dea menyatakan bahwa apa yang dimaksud sebagai tujuan agama adalah apa yang dilakukan oleh agama terhadap individu dan masyarakat. Yang dimaksud dengan tujuan agama adalah “apa yang dimaksudkan seseorang dalam perilaku agamanya”. Fungsi dan tujuan ini dapat bersifat manifes atau laten. Fungsi manifes ialah fungsi yang disadari, bukan yang tidak disengaja oleh pelaku manuusia. Fungsi laten ialah fungsi yang tidak disadari dan karena itu tidak disengaja oleh pelaku. Tujuan manifes menunjuk pada apa yang dimaksudkan oleh pelaku secara sadar: sedang tujuan laten menunjuk pada “pelaksanaan kebutuhan dan motivasi-motivasi yang sangat tidak disadari dan diakui oleh pelaku”. (hal 140)

Disfungsi agama, kekaburan hubungan antara agama dengan masyarakat, dan peranan agama dalam melahirkan serta memperbesar konflik sosial secara keseluruhan dipersulit oleh kenyataan bahwa pelembagaan agama itu sendiri menghasilkan seperangkat dilema yang secara struktural inheren. Dilema itu dianggap sebagai ciri khas perkembangan organisasi keagamaan dan dari sinilah sejumlah penyebab kendala internal dan fungsional. Dilema-dilema tersebut adalah dilema motivasi, dilema simbolis, dilema tertib administrasi, dilema pembatasan, dan dilema kekuasaan. Kelima dilema tersebut merupakan sumber penting bagi ketegangan dan pertikaian. (hal 186)

Dari ulasan yang saya dapatkan setelah membaca buku sosiologi agama karya Thomas F. O’Dea, ada beberapa hal perlu dianalisis dari buku tersebut. Yaitu apakah agama mempunyai peranan penting dalam masyarakat dan mengapa? Terlepas dari disfungsi yang disebabkan agama dalam perkembangan nilai-nilai baru masyarakat, agama (baca: Islam) dan masyarakat adalah lebih merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan karena agama (baca: Islam) akan memberikan pengaruh dalam masyarakat tersebut yang akhirnya ketika agama dilaksanakan oleh setiap individu dengan konsekuen akan melahirkan sebuah tatanan masyarakat yang kita cita-citakan dan idamkan bersama.
Kontribusi yang bisa diberikan oleh buku sosiologi agama karya Thomas F. O’Dea adalah sangat bermanfaat bagi pembaca dari kalangan mahasiswa sosial, atau peneliti sosial terutama mengenai penelitian agama dan masyarakat, perannya, fungsinya, dan pengaruhnya. Karena tulisan dalam buku ini sangat mendetail dan menyeluruh meski kurang obyektif karena yang disorot hanya perkembangan agama menurut sejarah barat saja.

Senin, 05 September 2011

Surat dari anak yang diaborsi

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh Teruntuk Bundaku tersayang... ... Dear Bunda... Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja...nanda juga di sini baik-baik saja bunda... Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda.... Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat... Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini, tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda....badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik... dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan. Tapi nanda tidak kecewa kok bunda... karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya. Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu Allah bilang, bunda kamu malu sayang... kenapa bunda malu? karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram... anak haram itu apa ya Allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah... Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah, ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan Allah Ridhoi. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam. Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah, walaupun Dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja, pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan nanda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe,,,maaf ya bunda, nanda bawel banget... nanti saja, nanda tanyakan bunda kalau kita ketemu Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di syurga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api lho bunda...minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya...yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget deh bunda. Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama nanda, Nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya...di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ.... nanda sayang bunda... nanda kangen dan ingin bertemu bunda... nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin kita tinggal bersama di syurga... nanda takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu... Lalu, dengan lembut malaikat berkata... nak,kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka... sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu. Saat mendengar itu, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda, menurut nanda Allah itu baik banget bunda.... Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk Nya asal mereka mau bertaubat nasuha... bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini... nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh... nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata Allah di sana panas banget bunda... antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi Adam kumpul disitu... tapi bunda jangan khawatir, Allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti nanda bisa ketemu kalian. Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya.... biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda...jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak. Sudah dulu ya bunda... nanda mau main-main dulu di syurga.... nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini... nanda sayang banget sama bunda....muach! Sumber : http://www.facebook.com/pages/CinLal-Cinta-Yang-Halal/222358621124629?sk=wall

Sabtu, 16 Juli 2011

POTENSIAL ZETA

1. Pengertian



Zeta Potential adalah parameter muatan listrik antara partikel koloid. Makin tinggi nilai potensial zeta maka akan semakin mencegah terjadinya flokulasi/ (peristiwa penggabungan koloid dari yang kecil menjadi besar). Dengan mengurangi nilai potensial zeta maka memungkinkan partikel untuk saling tarik menarik dan terjadi flokulasi.
Yang disebut sebagai zeta potensial adalah area yang menunjukkan adanya beda potensial antara Stern Layer dan Difuse Layer dari koloid. Yang disebut Stern Layer adalah lapisan kuat ion positif yang berdekatan dengan lapisan negatif dari koloid. Sedang Difus Layer adalah keseimbangan dinamik antara ion positif dan ion negatif tersebut. Kedua lapisan tersebut digunakan untuk menerangkan distribusi dari ion-ion di sekeliling partikel koloid.

2. Mekanisme Potensial Zeta
Secara teoritis konsep potensial zeta dijelaskan dalam teori DLVO. Teori ini dikembangkan oleh ilmuwan Derjaguin, Verwey, Landau dan Overbeek bahwa stabilitas dispersi koloid tergantung pada potensial zeta. Potensi zeta menunjukkan tingkatan tolak menolak antara partikel yang bermuatan sama yang saling berdekatan.
Pada sistem koloid, nilai potensial zeta yang tinggi akan memberikan stabilitas larutan untuk menolak agregasi. Sebaliknya, ketika nilai potensial zeta rendah maka daya tarik menarik muatan antar partikel dispersi melebihi daya tolak menolaknya hingga terjadi flokulasi. Jadi koloid dengan dengan nilai potensial zeta tinggi adalah elektrik stabil. Sedangkan koloid dengan nilai potensial rendah cenderung akan mengental/ flokulasi.

3. Kegunaan Potensial Zeta
 Untuk mengetahui kestabilan suatu larutan
 Untuk memprediksi morfologi permukaan suatu partikel
 Untuk mengetahui muatan permukaan (surface charge)

4. Hubungan antara mobilitas partikel dengan potensial zeta
Elektroforesis digunakan untuk memperkirakan potensial zeta dari partikel. Dalam prakteknya potensial zeta larutan diukur dengan menerapkan medan listrik di seluruh larutan. Partikel dalam larutan dengan potensial zeta akan bermigrasi menuju elektroda dengan muatan berbeda, dimana kecepatannya sebanding dengan besarnya potensi zeta.

5. Potensial Zeta dalam Medium Polar dan Non Polar
Dispersi koloid dalam air secara umum terbagi menjadi 2 (dua) yaitu bersifat hidrofilik dan bersifat hidrofobik.
1. Sifat hidrofilik (Polar)
Sifat hidrofilik menyebabkan ikatan koloid dengan air menjadi lebih kuat, sehingga koloid sulit dipisahkan dengan air. Koloid – koloid bermuatan tak sejenis saling tarik menarik melebihi daya tolak menolaknya sehingga terjadi flokulasi. Terjadinya flokulasi menunjukkan potensi perubahan potensi zeta yang rendah, dan kemungkinan tak ada kelebihan muatan dipermukaan.

2. Sifat hidrofobik (Non Polar)
Kestabilan sistem koloid hidrofobik disebabkan adanya fenomena hidrasi, yaitu suatu keadaan dimana molekul-molekul air tertarik oleh permukaan koloid, sehingga menyebabkan terhalangnya kontak antara koloid yang satu dengan lainnya. Koloid bermuatan negatif menarik ion positif dari molekul air pada permukaan, membentuk lapisan pelindung dari air di sekelilingnya. Lapisan molekul air diatas permukaan partikel menghindari partikel langsung bergabung dengan partikel lain dan tidak bisa mendekati partikel yang muatannya berlawanan dan mempunyai daya tarik.
Kelebihan muatan negatif pada permukaan mengakibatkan gaya tolak menolak sehingga memungkinkan tidak terjadinya flokulasi antar koloid.

6. Aplikasi Potensial Zeta
Dalam industri kertas dengan mengurangi nilai potensi zeta mendekati nol, akan memungkinkan partikel pulp mendekat satu sama lain dan terjadi flokulasi. Dengan mengetahui nilai potensial zeta juga dapat diperhitungkan besar energi untuk menyatukan partikel pulp tersebut.
Dalam pengolahan limbah dari pabrik kimia, dengan melakukan pengukuran potensial zeta terhadap aliran buangan akan membuat kondisi pengolahan limbah menjadi lebih optimal.

















MAKALAH KIMIA DASAR
POTENSIAL ZETA

Dosen Pengampu : Nur Komariyah, S.T., M. Si

















Disusun oleh Kelompok III:
1. Menik Trisnawati
2. Muhamad Romadhon
3. Muji Tuwuh
4. Siti Najiah
5. Sumarni
6. Tri Utami




JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN
WONOSOBO
2011